Penyebab dan Gejala Aerophobia

Penyebab dan Gejala AerophobiaSumber: kompasiana.com

            Tahukah kamu apa itu aerophobia? Pernahkah kamu mendengar tentang aerophobia sebelumnya? Mungkin nama penyakit ini cukup asing bagi sebagian orang, namun sebagian lainnya mungkin sudah mengetahui apa itu penyakit aerophobia. Ini merupakan semuah fobia yang cukup umum terjadi di masyarakat umum. Dan mungkin kamu bisa saja salah satu penderitanya. Lalu apa itu aerophobia? dilansir dari halodoc.com aerophobia adalah fobia ketakutan terbang menggunakan pesawat. Kondisi ini menyebabkan seseorang takut untuk naik berbagai jenis transportasi udara seperti pesawat, balon udara, helikopter dan transportasi udara lainnya. Menurut hellosehat.com aerophobia adalah ketakutan untuk naik transportasi udara.

Pada beberapa penderita, aerophobia dapat disertai dengan phobia lainnya seperti claustrophobia (ketakutan terhadap ruang sempit dan tertutup) atau acrophobia (ketakutan terhadap ruang yang lapang dan terbuka). Nah, tentunya fobia ini dapat menyulitkanmu dalam beraktivitas, terlebih kamu yang ingin berpergian jauh. Untuk mengatasinya, tentunya kamu harus terlebih dahulu mengetahui penyebab dan gejala aerophobia. Apa saja sih penyebab dan gejala aerophobia ini?

READ  Gejala dan Cara Mengatasi Aerophobia

Menurut klikdokter.com fobia ini akan terjadi akibat adanya kecemasan yang berlebihan terhadap suatu hal. Pada gangguan aerophobia, kecemasan berlebihan dapat terjadi karean berbagai penyebab seperti takut berada di tempat yang terlalu ramai, takut ketinggian, takut terhadap terorisme dan takut berada di dekat orang asing. Penyebab lainnya yang dapat terjadi pada penderita adalah karena si penderita memiliki masalah kesehatan seperti vertigo, tinnitus, sinusitis, serta deep vein thrombosis (DTV).

Apa saja gejala aerophobia? Gejala tersebut dapat berupa berkeringat, gelisah, meningkatnya denyut jantung, mual dan mutah, serta mengalami gangguan pencernaan seperti mulas. Gejala psikis juga akan muncul seperti takut mati, disorientasi, gugup, linglung dan tidak dapat berpikir jernih. Gejala lainnya dapat berupa sakit kepala, sesak napas, dan nyeri pada perut. Gejala ini terjadi saat seseorang sedang melakukan perjalanan dengan pesawat, khususnya ketika pesawat sedang lepas landas.

READ  Tahukah Kamu Cara Mengobati Afasia?

Apa saja cara mengatasi aerophobia yang dapat kamu lakukan? Menurut halodoc.com penanganan yang paling awal dapat dilakukan dengan mencoba untuk mengontrol diri sendiri. Kamu dapat mencari tahu cara menenangkan dirimu sendiri agar rasa cemas ketika menaiki transportasi udara tidak muncul. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menenangkan diri, kamu dapat mencari tahu kondisimu sendiri. Kamu mungkin dapat mencoba dengan mulai mengunyah permen karet, mendengarkan lagu, atau tidur selama perjalanan udara. Namun, jika hal tersebut tidak berhasil, kamu dapat berkonsultasi dengan psikiater.

Dilansir dari klikdokter.com pengobatan aerophobia dapat dilakukan oleh psikiater. Pengobatannya mencakup terapi dan mengonsumsi obat anti-cemas. Obat ini hanya dapat mengatasi masalah jangka pendek karena dapat meredam kecemasan untuk sementara, dan tentunya ini tidak begitu efektif sebagai pengobatan.  Sedangkan terapi dapat dilakukan dengan bantuan terapis. Terapi yang dapat digunakan seperti terapi desensitisasi. Ini dilakukan dengan memberikan rangsangan yang menyebabkan ketakutan sedikit demi sedikit. Penderita dilatih untuk menghadapinya berulang-ulang sehingga dia tidak lagi merasa takut atau dapat mengatasi phobianya sendiri. penderita juga akan diajari terapi relaksasi untuk mengatur pernapasan.

READ  5 Manfaat Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Mendapatkan Tubuh Sehat

Terapi lain yang dapat dilakukan adalah terapi kognitif dengan mencari tahu penyebab dari munculnya rasa takut pada pasien dan mendiskusikan ketakutan irasional yang dialami pasien serta mencari jalan keluarnya bersama. Terapi ini disebut juga dengan CBT atau cognitive behavior therapy. Karena akan mengontrol prilaku pasien.

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyebab dan gejala aerophobia.

You May Also Like