Jenis dan Penyebab Afasia

Sumber: doktersehat.com

            Menurut doktersehat.com afasia adalah salah satu penyakit yang diakibatkan oleh terganggunya fungsi otak. Hal ini mengakibatkan penderitanya mengalami kesulitan dalam berbicara. Mereka juga akan merasa sulit untuk memilih, merangkai dan menangkap makna dari suatu kata. Dilansir dari alodokter.com afasia adalah gangguan fungsi bicara yang disebabkan oleh adanya kelainan pada otak. Biasanya penderita sering keliru dalam memilih, merangkai dan mengartikan kata-kata menjadi sebuah kalimat yang benar. Afasia adalah penyakit yang juga dapat mempengaruhi kemampuan menulis. Apa saja penyebab afasia? Bagaimana dengan gejala yang dirasakan atau dialami penderitanya?

            Penyebab afasia dapat berupa cedera yang mengakibatkan kerusakan pada otak. Dalam hal ini bagian otak tempat pemrosesan bahasa dan kata-kata, menjadi penyebab penyakit afasia muncul. Cedera juga dapat terjadi karena adanya penyakit otak yang lebih dulu diderita oleh pasien. Stroke adalah penyakit yang dapat menjadi penyebab afasia. Dilaporkan sekitar dua puluh sampai empat puluh persen penderita stroke yang berhasil sembuh akan berlanjut pada kondisi afasia. Penyakit seperti epilepsi juga dapat menjadi penyebab. Faktor pemicu penyakit ini adalah adanya cedera kepala akibat benturan keras, demensia, tumor otak, infeksi otak seperti meningitis dan ensefalitis, dan mengidap penyakit parkinson.

READ  Gejala dan Cara Mengatasi Aerophobia

      Setelah mengetahui penyebab afasia, kamu perlu tahu bahwa terdapat beberapa jenis dari penyakit ini yang dilihat dari penyebab dan gejala yang menyertainya. Afasia reseptif adalah ketika penderita akan kesulitan dalam memahami maksud dari lawan bicara meskipun bisa mendengarnya secara jelas, ini akan menyebabkan respons komunikasi si penderita kacau dan sulit untuk dipahami. Afasia global adalah kondisi yang tergolong afasia paling berat dan biasanya terjadi ketika seseorang baru saja mengalami stroke, kerusakan pada otak bagian broca dan wernicke yang sudah berlangsung lama membawa penderitanya pada kondisi afasia global. Afasia global ditandai dengan ketidakmampuan seseorang dalam memahami perhataan serta tidak mampu untuk berbicara. Afasia anomik adalah kondisi ketika penemuan kata menjadi makin sulit bagi penderita, mereka kesulitan dalam memilih dan menemukan kata yang tepat ketika menulis dan berbicara. Dan terakhir adalah afasia progresif primer di mana kondisi ini menyebabkan penurunan kemampuan membaca, menulis, berbicara dan pemahaman mengenai percakapan dari waktu ke waktu.

READ  Afasia Adalah Gangguan Bicara

Dilansir dari hellosehat.com terdapat beberapa jenis afasia yang mungkin dapat terjadi setelah mengalami stroke. Afasia broca atau motorik, ini dinamai dari nama penemu bagian otak yang bertanggung jawab dalam memproduksi ujaran. Pada stroke, kerusakan di bagian broca merupakan dampak dari terganggunya aliran darah melalui pembuluh darah yang mensuplai bagian ini dengan oksigen dan nutrisi. Umumnya, afasia broca mencegah seseorang ari membentuk kata atau kalimat yang jelas, namun mereka masih memahami apa yang orang lain bicarakan. Afasia transkortikal motorik adalah gangguan berbahasa yang mirip dengan afasia broca. Ini adalah kondisi di mana penderitanya tidak dapat memproduksi ujaran secara spontan. Penderita ini tidak dapat mengatakan apa yang ingin mereka katakan. Mereka tidak dapat membentuk kata-kata, namun bila diminta untuk mengulani suatu kata, mereka dapat melakukannya tanpa kesulitan. Afasia wernicke adalah jenis afasia yang diakibatkan oleh kerusakan bagian otak yang berkaitan dengan komprehensi bahasa. Umumnya mereka tidak dapat mengerti ucapan orang lain atau bahkan mereka sendiri katakan.Banyak jenis lainnya yang mungkin dapat kamu ketahui setelah berkonsultasi dengan dokter.

READ  Pengaruh Bahaya Zat Beracun yang Terkandung dalam Asap Rokok

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang jenis dan penyebab afasia

You May Also Like