Afasia Adalah Gangguan Bicara

Sumber: hellosehat.com

            Pernahkah kamu mendengar tentang afasia? Mungkin nama penyakit tersebut tidak cukup familiar, namun mungkin kamu pernah mendengar atau mengetahui kasus dari penyakit ini. Atau bahkan orang terdekatmu menjadi penderita dari penyakit ini. Jadi, sebenarnya apa itu afasia? Dilansir dari alodokter.com afasia adalah gangguan fungsi bicara yang disebabkan oleh adanya kelainan pada otak. Biasanya penderita sering keliru dalam memilih, merangkai dan mengartikan kata-kata menjadi sebuah kalimat yang benar. Afasia adalah penyakit yang juga dapat mempengaruhi kemampuan menulis. Menurut hellosehat.com afasia adalah gangguan pada bahasa yang terjadi ketika seseorang mengalami cedera pada bagian otak yang mengontrol kemampuan berbahasa.

Apa sih yang menyebabkan afasia terjadi? Penyebab utama afasia adalah cedera dan kerusakan di bagian pemrosesan bahasa pada otak. Biasanya, penyakit ini menyerang orang dewasa penderita stroke. Sebanyak dua puluh lima sampai empat puluh persen dari pasien stroke yang sembuh berlanjut menderita afasia. Afasia dapat merupakan gejala dari penyakit epilepsi atau kelainan neurologis. Kerusakan atau cedera pada otak yang memicu munculnya afasia dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi seperti cedera parah di kepala karena jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas, penyakit yang menyebabkan sel-sel otak mengalami kemunduran seperti demensia dan penyakit parkinson, serta infeksi yang mempengaruhi fungsi otak.

READ  Pengaruh Bahaya Zat Beracun yang Terkandung dalam Asap Rokok

   Lalu apa gejalanya? Afasia terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan gejalanya. Afasia ekspresif adalah keadaan di mana penderita tahu apa yang dia ingin katakan kepada lawan bicara, namun mengalami kesulitan ketika ingin mengutarakannya. Afasia reseptif adalah ketika penderita akan kesulitan dalam memahami maksud dari lawan bicara meskipun bisa mendengarnya secara jelas, ini akan menyebabkan respons komunikasi si penderita kacau dan sulit untuk dipahami. Afasia anomik adalah kondisi ketika penemuan kata menjadi makin sulit bagi penderita, mereka kesulitan dalam memilih dan menemukan kata yang tepat ketika menulis dan berbicara. Afasia global adalah kondisi yang tergolong afasia paling berat dan biasanya terjadi ketika seseorang baru saja mengalami strok. Dan terakhir adalah afasia progresif primer di mana kondisi ini menyebabkan penurunan kemampuan membaca, menulis, berbicara dan pemahaman mengenai percakapan dari waktu ke waktu.

READ  Aerophobia Adalah Ketakutan Naik Transportasi Udara

Dilansir dari hellosehat.com terdapat beberapa jenis afasia yang mungkin dapat terjadi setelah mengalami stroke. Pertama adalah afasia broca, ini dinamai dari nama penemu bagian otak yang bertanggung jawab dalam memproduksi ujaran. Pada stroke, kerusakan di bagian broca merupakan dampak dari terganggunya aliran darah melalui pembuluh darah yang mensuplai bagian ini dengan oksigen dan nutrisi. Umumnya, afasia broca mencegah seseorang ari membentuk kata atau kalimat yang jelas, namun mereka masih memahami apa yang orang lain bicarakan. Afasia transkortikal motorik adalah gangguan berbahasa yang mirip dengan afasia broca. Ini adalah kondisi di mana penderitanya tidak dapat memproduksi ujaran secara spontan. Penderita ini tidak dapat mengatakan apa yang ingin mereka katakan. Mereka tidak dapat membentuk kata-kata, namun bila diminta untuk mengulani suatu kata, mereka dapat melakukannya tanpa kesulitan. Banyak jenis lainnya yang mungkin dapat kamu ketahui setelah berkonsultasi dengan dokter.

READ  Penyebab dan Gejala Aerophobia

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini. Afasia adalah penyakit dengan beragam jenis yang mungkin dapat kamu ketahui setelah berkonsultasi dengan dokter. Kamu dapat berkonsultasi agar mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter. Ikuti saran dokter dengan baik untuk mengatasi penyakit ini.

You May Also Like